This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Wednesday, 30 December 2015

10 Gaya Hijabers Tampil Manis dengan Warna Pastel


Warna pastel sering jadi andalan wanita untuk bisa terlihat lebih manis dan feminin. Selain itu memadu padankan warna pastel juga terbilang mudah. Untuk Anda para hijabers, berikut ini 10 gaya fashion yang bisa jadi inspirasi Anda untuk terlihat lebih manis.

Anda juga bisa tampil lebih percaya diri dengan fashion warna pastel. Yuk, langsung kita intip kesepuluh gaya hijabers ini. Siapa tahu Anda dapat ide cantik untuk tampil lebih anggun dengan hijiab.




Warna kerudung dan dress di bawah lutut yang senada memberi kesan cantik dan minimalis.

 

Pakai jeans berwarna soft blue dengan blus panjang warna peach yang cantik.



Cocok untuk tampilan fashion saat cuaca panas.

 

Dipercantik dengan blus warna soft pink yang manis.

 

Warna hijau muda yang dipermanis dengan kerudung warna merah muda.

 

Sentuhan warna cokelat muda bisa membuat Anda terlihat lebih anggun.

 

Blus denim juga cocok dipadukan dengan warna pastel.

 

Siap untuk liburan dengan fashion warna pastel?

 

Rok motif warna pastel dan blazer warna lembut yang manis.

 

Biru muda, ungu muda, dan warna putih, paduan yang anggun untuk tampil lebih manis.

Hak Cipta : pinterest.com/nda | Jum'at, 07 Agustus 2015

Tuesday, 22 December 2015

JILBAB ITU SEMESTINYA LEBAR



Oleh : Ust. Yulian Purnama

Bismillah,
Ketika iseng googling, ketemu fatwa Syaikh Abdullah bin Jibriin rahimahullah yang cukup menarik bagi saya. Hadits dari Ummu ‘Athiyyah radhiallahu’anha :

أمرنا رسول الله صلى الله عليه وسلم أن نخرج ذوات الخدور يوم العيد قيل فالحيض قال ليشهدن الخير ودعوة المسلمين قال فقالت امرأة يا رسول الله إن لم يكن لإحداهن ثوب كيف تصنع قال تلبسها صاحبتها طائفة من ثوبها


“Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam memerintahkan wanita yang dipingit (juga wanita yang haid) pada hari Ied, untuk menyaksikan kebaikan dan seruan kaum muslimin. Kemudian seorang wanita berkata: ‘Wahai Rasulullah jika diantara kami ada yang tidak memiliki pakaian, lalu bagaimana?’. Rasulullah bersabda: ‘Hendaknya temannya memakaikan sebagian pakaiannya‘” (HR. Abu Daud, no.1136. Dishahihkan Al Albani di Shahih Abi Daud)

Ternyata salah satu faidah hadits ini yaitu: jilbab wanita muslimah itu semestinya lebar. Kalimat تلبسها صاحبتها طائفة من ثوبها dapat dimaknai juga ‘hendaknya temannya memakaikan sebagian pakaian yang dipakainya ’. Sebagaimana kata Syaikh Ibnu Jibriin :

فهو يدل على أن الجلباب رداء واسع قد يستر المرأتين جميعًا

“Hadits ini menunjukkan bahwa jilbab itu berupa rida’ yang lebar, saking lebarnya terkadang bisa cukup untuk menutupi dua orang wanita sekaligus”

Masya Allah, inilah istinbath hukum yang bagus sekali yang keluar dari keluasan ilmu beliau, rahimahullah.
[http://ibn-jebreen.com/ftawa.php?view=vmasal&subid=6006&parent=786]




Sumber : http://kangaswad.wordpress.com/2011/08/08/jilbab-itu-semestinya-lebar/

Sunday, 13 December 2015

Cadar, Cokelat dan Keislaman Seorang Wanita Perancis

Dua orang laki-laki taat beragama, bersama istrinya masing-masing yang bercadar, berangkat ke Perancis.

Di bandara, para petugas menolak kedatangan mereka sebelum diperiksa dan membuka cadarnya. Tentu saja keputus an untuk membuka cadar ini ditolak dan ditentang kedua mukminah tersebut.
Para petugas kemudian menggiringg keduanya menuju petugas wanita berkebangsaan perancis agar diperiksa lebih lanjut.

Mengetahui komitmen dan pendirian dua wanita yang tidak mau melepaskan cadarnya itu, petugas wanita tersebut marah.
Wanita Perancis tersebut bertanya:
“Apa masalahnya jika orang-orang melihat wajah kalian? Kenapa hal-hal seperti ini membuat kalian tetap berpegang teguh?”

Kedua wanita berniqab tersebut terdiam sejenak. Beberapa detik kemudian salah satunya berdiri sambil mengeluarkan sepotong coklat. Ia membuka bungkusnya lalu memegang cokelat yang terbuka tersebut.

Cokelat yang terbuka dan berada dalam genggaman ini ditawarkan kepada wanita perancis tersebut. Tentu saja ia menolak mentah-mentah cokelat ini karena takut terkontaminasi sebab telah terbuka dan berada dalam genggaman orang lain.
Melihat hal ini, seorang wanita bercadar lainnya lalu berdiri. Ia segera memberikan sepotong cokelat lainnya yang masih utuh tertutup belum dibuka. Dengan senang hati wanita perancis itu menerimanya.

Salah satu wanita berniqab tersebut kemudian bertutur:
“Lelaki kaum muslimin tidak akan memilih wanita yang dilirik dan dipelototi ribuan mata yang memandangnya. Mereka juga tidak akan memilih wanita yang telah disentuh/diraba dan telah ‘terkontaminasi’ seperti cokelat tadi.”

Masya Allah. wanita perancis tersebut terdiam. Kata-kata cerdas ini mampu menerobos jiwanya. Setelah ini, dia pun masuk Islam.
***

Kisah ini kami terjemahkan dan adaptasi dari fanspage berbahasa arab, Kun Lillahi Kama Yuridu Yakun Laka Fauqa Maa Turid.

Dikutip dari status facebook Fachriy Aboe Syazwiena

Monday, 7 December 2015

CANTIK PENUH MISTERI



Islam menempatkan wanita sebagai makhluk yang sangat mulia. Tubuhnya adalah sesuatu yang suci, dan tidak boleh sembarang orang melihat atau menikmatinya. Tidak ada yang paling memuliakan wanita kecuali Islam. Namun fibelantara fitnah saat ini, wanita yang komitmen menjaga kesucian dirinya karena Allah masih menjadi segolongan kecil yang dianggap aneh, kolot dan berlebihan.

Bahkan dengan kebodohannya, kalangan feminis saat ini mencoba merusak kemuliaan kaum Muslimah. Dengan berargumen mengangkat harkat dan martabat kaum wanita, kesetaraan gender dan hak asasi manusia, mereka berusaha mengeluarkan Muslimah dari rumahnya, bahkan dari dalam pakaiannya.

Mereka menginginkan wanita lain menjadi telanjang seperti dirinya. Mereka mencoba menjadikan budaya liberal sebagai acuan. Maka, dimanakah kini kita akan susah menemukan wanita dengan pakaian you can see, hot pant, atau legging ? Mereka juga mencoba menanamkan obsesi, bahwa yang mini itu adalah yang seksi, cantik dan menawan serta menarik perhtian.

Begitulah seterusnya, dan entah pakaian dan slogan apa lagi yang akan dikeluarkan mereka untuk menelanjangi wanita-wanita Muslimah ! Mereka menjual hidayah dengan kesesatan. Sungguh, apa yang mereka lakukan itu sangat berlawanan dengan apa yang diajarkan Islam untuk memulikan wanita. Sehingga, wanita shalihah saat ini masih menjadi kelompok minoritas, kelompok terasing ditengah belantara syahwat dunia. Ia ibarat batu mulia ditengah lautan pasir sahara, ibarat sampan ditengah luasnya samudra,

Wanita shalihah yang begitu merindukan surga, terlihat begitu nyaman didalam istananya. Didalam rumah yang senantiasa menjaganya, berlindung dibalik tabir, kain longgar dn lebarnya kerudung. Maka bagi kaum lelaki, wanita shalihah akan senantiasa menjadi misteri. Ia tetap menjadi makhluk suci yang sulit dilihat dan dijumpai. Maka, hanya lelaki shalih yang punya nyali menjadikan dia sebagai belahan hatinya.

Dan lelaki hidung belang, lelaki miskin agama dan kurang bermoral hanya akan mendekati tubuh-tubuh yang diobral di jalan-jalan, mall-mall, dugem dan berbagai tempat hiburan lainnya. Kaum wanita yang senantiasa menampakkan auratnya, sesungguhnya adalah mangsa empuk para lelaki hidung belang atau kaum durjana pemuja dan pengumbar syahwat.

Maka, masihkah kalian tergoda untuk menjadi si Cantik yang diobral murah, atau ingin menjadi si Shalihah yang selalu menjadi rahasia, wahai wanita ???

Friday, 4 December 2015

RAHASIA KEANGGUNAN WANITA SHALIHAH

Bagaimanakah standar kecantikan menurut Islam ??
Dalam Islam tidak ada penggambaran kecantikan fisik secara detail, karena kecantikan itu sendiri adalah sebuah karunia Allah, yang hanya pemiliknya sendiri yang mengetahuinya.

Kecantikan dan kemolekan tubuh wanita harus disembunyikan. Bahkan seorang istri dilrang untuk memberikan gmbaran secara detail akan kondisi fisik wanita lain kepada suaminya, apalagi menunjukkannya, Rasulullah shalallahu'alaihiwasalam melarangnya:
 "Janganlah seorang wanita bercampur dengan wanita, kemudian ciri tubuhnya diceritakan kepada suaminya seakan-akan ia melihatnya." (HR Bukhari, Abu Dawud dan Tarmidzi)


Semua orang beriman paham ketika ada seseorang menyebut wanita shalihah, pasti yang timbul persepsi dibenaknya adalah wanita yang digambarkan Rasulullah dalam sabdanya :
"Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah." (HR. Muslim:2668)

Akan tetapi wanita shalihah bukan hanya seorang wanita yang rajin sholat, banyak melakukan sholat tahajjud hingga kakinya bengkak, berpuasa bulan ramadhan, banyak puasa nafilah hingga badannya kurus kering, sering menunaikan ibadah haji/umroh, banyak berdzikir kepada Allah dan komitmen dalam menjaga hijab, rajin dan pandai memelihara rumah, pintar mendidik anak, tertib membayar zakat dan banyak berinfak.

Sebetulnya pemahaman seperti itu tidak salah, Inshaa Allah, bila diliht dari sisi kepentingan pribadi wanita itu sendiri. Tetapi pemahaman itu masih kurng sempurna, bahkan belum bisa dikatakan wanita shalihah, karena wanita shalihah adalah sebagaimana yang disebutkan Syaikhul Islam dalam Majmu Fatawa, beliau menafsirkan firman Allah subhanahu wata'ala :
"Sebab itu maka wanita shalihah, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karen itu Allah telh memelihara mereka." (An-Nisa :34)

Beliau menegaskan bahwa ayat ini mewajibkan bagi wanita untuk mentaati suaminya secara mutlak baik dalam untuk pelayanan, bepergian bersamanya,memberi kesempatan hubungan seksual suaminya dan semisalnya sebgaimana yang diuraikan dlam hadits Jabal Ahmar dan hadits Sujud. Begitu juga wanita wajib mentaati kedua orang tua, namun setelah menikah ketaatan berpindah  kepada sang suami, adapun ketaatan kepada orang tua hanya  karena hubungan rahim sementara menaati suami tetap berdasarkan perjanjian.

sumber : Senja Kala Bidadari